Selasa, 20 Maret 2012

Mengintip Sejarah Kelam Kamboja (Tuol Sleng)

Obyek wisata di Kamboja tidak semata terbatas pada Angkor Wat, sebuah candi Buddha yang megah, tetapi juga obyek wisata dengan sejarah kelam yang terletak di sebelah timur negara itu.

Kekejaman kelompok Khmer Merah pimpinan Pol Pot pada 1970-an meninggalkan luka mendalam bagi warga Kamboja hingga hari ini. Tetapi peninggalannya justru menjadi objek wisata, terutama bagi mereka yang menyukai sejarah.

Museum Genosida Tuol Sleng

 Saya mengawali perjalanan saya dengan berkunjung ke museum ini, yang berjarak kira-kira satu jam perjalanan dari Bandara Internasional Phnom Penh. Saya tiba di tempat tujuan sekitar pukul tiga, sehingga masih memiliki sekitar dua jam untuk mengeksplorasi tempat tersebut.

Awalnya saya mengira Tuol Seng hanya sebuah museum biasa, yang banyak juga dijumpai di negara lain, tetapi ternyata tidak. Tempat ini menyajikan sesuatu yang sangat berbeda.

Tuol Sleng dulunya adalah sebuah SMA yang pada 1975 diubah menjadi penjara bernama Security-21 atau S-21. Kabarnya terdapat sekitar 17 hingga 20 ribu warga Kamboja tak bersalah serta sejumlah orang asing yang pernah dipenjara di sini. Dan dari semua orang yang ditahan tersebut, hanya tujuh orang yang selamat hingga rezim Khmer Merah ditumbangkan.

Memasuki kompleks Tuol Sleng, masih belum terlihat sesuatu yang berbeda hingga saya mendekati salah satu bangunan. Di dinding terlihat sebuah tanda yang melarang pengunjung tertawa maupun bercanda. Saya pun masuk. Sulit untuk mengungkapkan apa yang saya rasakan di dalam bangunan. Sekolah tersebut telah diubah menjadi kamp penyiksaaan.

Ruang-ruang kelas diisi oleh berbagai alat penyiksa, rantai besi, sementara dari jendela saya dapat melihat pagar tinggi berkawat besi. Ruang-ruang yang lain telah diubah menjadi sel-sel berukuran 1x1 meter. Bercak darah masih terlihat di mana-mana.

Bagi saya, dan saya yakin bagi pengunjung lainnya, tanda dilarang tertawa tersebut tidak ada gunanya. Melihat apa yang ada di dalam, sungguh tidak mungkin bagi kami untuk tertawa maupun bercanda. Tempat itu bagai menyerap kebahagiaan siapapun yang berkunjung. Kalau boleh meminjam imajinasi JK Rowling, berada di Tuol Sleng bagaikan berada di dekat dementor!

Di ruang lainnya kami melihat berbagai foto wajah. Para petugas S-21 memotret setiap tahanan yang masuk ke penjara tersebut. Semua dengan ekspresi kosong. Seolah tatapan mereka menyiratkan bahwa mereka tahu hidup tidak akan lama lagi. Dan sebelum mati pun harus mengalami penyiksaan di luar batas kemanusiaan.

Pemandu wisata yang saya sewa menjelaskan sejarah kelam negara itu. Dia bercerita pengalamannya sendiri, bagaimana ayah dan kakak lelakinya ditangkap pasukan Khmer Merah dan tidak pernah kembali. Dia juga mengisahkan tentang bayi-bayi yang menangis yang dilemparkan begitu saja oleh para sipir S-21 ke kawat berduri.

Salah satu hal yang paling menonjol di tempat ini adalah Peta Tengkorak, yakni peta Kamboja yang terbuat dari 300 tengkorak manusia. Di tempat lain pakaian bekas para tahanan ditumpuk menjadi satu. Foto maupun lukisan yang menggambarkan penyiksaan orang-orang tak bersalah dipajang di dinding. Entah mengapa, setelah puluhan tahun pun bau anyir darah masih tercium.

Matahari mulai tenggelam, pengunjung pun tinggal sedikit. Sesegera mungkin saya menyelesaikan tur untuk turun ke halaman. Paling tidak, suasana di udara terbuka lebih tidak mengerikan daripada di ruang-ruang yang berbau darah ini. Di luar, ternyata masih banyak alat penyiksa yang digunakan oleh para sipir S-21. Salah satunya adalah gentong-gentong besar yang berdiri berjajar.

Dahulu, para siswa menggunakan air dalam gentong untuk membasuh wajah. Namun, ketika tempat ini diubah menjadi penjara, para petugas membangun tiang di atas gentong-gentong tersebut. Tahanan akan digantung terbalik, dengan kepala dibenamkan dalam air.

Berakhirlah tur saya hari itu. Perjalanan saya mengintip sejarah kelam Kamboja akan berlanjut di 'ladang pembunuhan' Choeung Ek, dalam tulisan berikutnya. 

 

taken from:  http://id.travel.yahoo.com/jalan-jalan/96-mengintip-sejarah-kelam-kamboja-1

written by: Olenka Priyadarsani, my sister :)

Pesona Sejarah Siem Reap

Siem Reap, kota bekas markas tentara dari negara yang dikuasai penguasa haus darah Khmer Merah, kini berkembang secara mengagumkan menjadi tujuan wisata internasional. Bahkan Siem Reap mendapatkan status sebagai Situs Warisan Dunia dari UNESCO dan salah satu dari Tujuh Keajaiban Baru Dunia. Padahal baru 20 tahun lalu daerah ini terlarang bagi wisatawan, penduduk lokalnya diteror dan dikuasai oleh ketakutan akan salah satu rezim paling kejam di dunia.

Saat ini, dengan reruntuhan kuno di wilayah Angkor Wat, Siem Reap menjadi kota yang hidup dan pada 2007 menerima kurang lebih satu juta pengunjung melalui bandara internasionalnya. Walau Angkor Wat merupakan pusat atraksi, namun bukan berarti kota Siem Reap tidak mendapat perhatian, dengan memiliki fasilitas restoran, museum dan galeri terbaik di wilayah tersebut.

Angkor Wat yang Mengagumkan

Angkor Wat adalah candi terbesar, paling terpelihara baik, memiliki desain paling rumit dan paling mengagumkan di Indochina, sebuah permata di mahkota kerajaan Angkor yang luas. Candi itu merupakan sumber kebanggaan nasional dan diakui secara internasional, diselubungi relief Hindu mengenai epik Ramayana. Seperti kebanyakan candi Hindu di Asia, Angkor Wat terlihat lebih indah pada saat fajar atau menjelang matahari tenggelam, ketika langit dipenuhi warna yang menonjolkan kelima menaranya.

Angka Sembilan

Untuk mengenal Asia pertama-tama Anda harus memahami kepercayaan di benua tersebut, dan ini terlihat jelas di lingkungan Angkor Thom, sebuah candi yang terpaku dengan angka sembilan. Pengucapan "sembilan" serupa dengan kata "pembangunan", dan hampir semua yang ada di candi dapat disamakan ke angka ini - 54 menara yang diukir, 216 wajah di menara, 54 dewa di sebelah kiri pintu masuk, dan 54 setan di sebelah kanannya - semua angka-angka tersebut dapat ditambahkan hingga menjadi angka 9.


Candi-candi Lain

Candi Angkor lain yang juga terkenal adalah Ta Prohm, dikelilingi oleh akar dari pohon berusia ratusan tahun. Akar pohon itu membuat Ta Prohm jadi objek foto menarik yang sukses meraih wisatawan. Bayon dikenal juga sebagai "Candi Wajah", dan ketika Anda di sana, mudah untuk mengerti mengapa nama tersebut disandang. Begitu Anda menaiki tangga batu menuju tempat suci di bagian dalam candi, ketika memandang ke atas akan tampak ratusan ukiran wajah dari batu melihat pada anda. Ada juga Banteay Srei, sebuah candi yang dipenuhi ukiran menakjubkan memenuhi setiap inci batu yang ada di sana. Bahkan dengan teknologi yang ada sekarang, hampir mustahil membuat pola-pola setepat dan serumit itu pada patung batu.

sumber: http://id.travel.yahoo.com/jalan-jalan/28-7-pesona-siem-reap

belanja lobster murah? ke Pantai Sadeng aja!

Pantai Sadeng merupakan salah satu pantai yang terletak di Kabupaten Gunung Kidul Yogyakarta. tepatnya 40 km dari wonosari, terletak di Desa Songbanyu dan Desa Pucung Kecamatan Girisubo, berbatasan dengan Pracimantoro, Wonogiri yang masuk Provinsi Jawa Tengah. Pantai ini merupakan pantai paling jauh di Gunung Kidul karena letaknya paling ujung. Saya menempuh perjalanan dari kota Jogja kurang lebih selama tiga jam.



salah satu keistimewaan pantai Sadeng adalah pantai ini memiliki Pusat Pendaratan Ikan yang bertaraf nasional dan merupakan penunjang pengembangan perikanan di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Apabila anda seorang pecinta seafood dan senang berbelanja seafood, berangkatlah pagi hari karena perjalanan cukup lama. Di sana anda dapat menunggu para nelayan berlabuh sembari bermain di pantai atau sekedar beristirahat, menikmati kelapa muda di warung-warung sekitar. 




Biasanya para nelayan akan berlabuh sekitar pukul 12.00 WIB. Ketika itulah mereka akan membawa hasil tangkapannya ke PPI, anda dapat berbelanja disana dengan harga yang cukup murah. Pada saat itu saya membeli lobster segar sebanyak 1kg dengan harga Rp 100.000 saja. Selain dapat berbelanja seafood segar anda juga dapat menyaksikan proses pelelangan ikan yang dilakukan oleh para pemborong. Acara ini merupakan tontonan yang menarik menurut saya. 



memang, anda tidak bisa terlalu mengeksplorasi daerah tepi pantainya karena pantai ini memiliki bibir pantai yang cukup sempit namun anda tidak perlu kecewa karena pemandangan disana sangat indah. jadi, tunggu apa lagi?


Senin, 27 Februari 2012

Pantai Ngobaran, Serasa Pantai Pribadi

Pantai Ngobaran terletak di Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta. Pantai ini memiliki keunikan tersendiri karena terdapat Pura dan beberapa bangunan yang bernuansa Hindu.


Kawasan wisata ini memang belum banyak disadari oleh para wisatawan akan kecantikannya, hal itu membuat Anda akan merasakan berada di private beach. Terkecuali pada hari libur, Pantai Ngobaran cukup ramai dikunjungi para penikmat alam.



Namun, Anda tidak usah khawatir jika sewaktu-waktu perut Anda terasa lapar, karena sekalipun sepi pengunjung, warung-warung di sekitar tetap buka.




Rabu, 15 Februari 2012

The Big Buddha, Phuket - A miracle of Faith

Kurang lengkap rasanya jika kita berlibur ke Phuket tanpa mengunjungi The Big Buddha, salah satu landmark dari pulau tersebut yang paling penting dan dihormati oleh masyarakat lokal. Patung Buddha setinggi 45 meter ini dibangun di bukit Nakkerd antara Kata dan Chalong, 400 meter diatas permukaan laut. tempat ini juga merupakan salah satu viewpoints yang menawarkan 360 derajat pemandangan terbaik dari seluruh pulau Phuket, meliputi Phuket Town, Kata Town, Pantai Karon, dan Teluk Chalong.




The Big Buddha ini dibangun untuk memberikan penghormatan kepada sang Buddha serta membentuk suatu organisasi amal yang ditujukan untuk menyebarkan agama Buddha. Oleh karena itu dibangunlah sebuah ruangan yang disebut Gedung Iman, menampilkan sejarah pembangunan situs tersebut serta kotak sumbangan yang seluruh hasilnya digunakan untuk kegiatan amal. disitu anda juga dapat membayar untuk sebuah lempengan marmer yang dapat ditulisi pesan atau harapan anda. 


setelah melewati Gedung Iman, anda akan melewati tangga yang dipagari oleh ratusan lonceng. ketika melewati tangga ini saya merasakan suasana spiritual yang begitu kental. lonceng-lonceng yang tertiup angin saling bergemerincing syahdu seakan menyambut kita dengan ramah. walaupun saya bukan seorang Buddhist, tidak bisa dipungkiri saya merasakan kedamaian disana.


sesampainya di puncak anda akan merasakan kemegahan sang Buddha. patung tersebut terbuat dari marmer putih sebagai pencerminan hati sang Buddha yang bersih dan bijaksana. selain itu juga terdapat patung Buddha yang lebih kecil setinggi 12 meter yang terbuat dari kuningan. memang, pembangunan tempat ini belum sepenuhnya selesai. masih banyak pekerja bangunan yang lalu lalang disana, namun saya rasa hal itu tidak mempengaruhi keistimewaan tempat tersebut.




Untuk menjangkau The Big Budha tidaklah sulit, anda hanya perlu berkendara mendaki bukit sejauh 6km dari arteri jalan utama Phuket. Tidak perlu khawatir dengan infrastruktur jalannya, karena jalan menuju The Big Budha sudah sangat baik, namun anda perlu berhati-hati dan konsentrasi dalam berkendara karena anda akan melewati jalan yang berkelok-kelok dan beberapa tikungan tajam. 

tempat ini buka mulai pukul 08.00 - 19.30. jika anda ingin mengabadikan sunset dari salah satu tempat terbaik di Thailand, cobalah tiba di sana sebelum pukul 18.30. sekedar saran saja, akan lebih baik jika anda mengenakan pakaian sopan. Hindari mengenakan beachwear, rok mini ataupun kaos yang bertuliskan kata-kata yang tidak sopan. apabila anda merasa berpakaian terlalu "berani" anda dapat meminjam sarung (kain khas Thailand) yang disediakan oleh pihak pengelola tanpa dipungut biaya sepeser pun.  


The Big Buddha menjadi daya tarik tersendiri dari Phuket. Tidak hanya karena pemandangan indah dari atas bukit tetapi juga karena nuansa spiritualnya.

 

 

Senin, 13 Februari 2012

become the Traveler of The Day *laughing*

baru beberapa bulan yang lalu gabung sama Detik.Travel dan akhirnya hari ini jadi D'Traveler of The Day *ngikik* berharap jadi D'Traveler of The Month soalnya lumayan dapet duit 500.000 bwahahaha


 

step by step with new Teva!

Nyengir adalah dibeliin Teva Tirra sama kakak tercinta! bwahahaha
 
The Tirra was designed specifically for a woman's foot in order to provide unmatched comfort and performance in the water. With its unmistakably feminine strap configuration and multiple adjustment options for a secure fit, the Tirra can tackle any obstacle with ladylike grace – just like you.

T.I.D.E. GRIP
  • Spider Original rubber outsole for uncompromised grip in wet environments
  • Molded nylon stability shank
  • Water-channeling lug pattern helps to maintain solid footing
T.I.D.E. HYDRO
  • Neoprene foam package and stretch mesh lining for quick drying
T.I.D.E. COMFORT
  • Webbing straps with a myriad of color options
  • Women's specific shape and fit
  • Shoc Pad™ in the heel for shock absorption
  • Multiple points of adjustment on the straps allow for the perfect fit

Jumat, 10 Februari 2012

loser like me

Loser Like Me - Glee Cast

(Lea Michele/Rachel)

Yeah, you may think that I'm a zero

But, hey, everyone you wanna be
Probably started off like me
You may say that I'm a freakshow (I don't care)
But, hey, give me just a little time
I bet you're gonna change your mind

All of the dirt you've been throwin' my way

It ain't so hard to take, that's right
'Cause I know one day you'll be screamin' my name
And I'll just look away, that's right

(Chorus)

Just go ahead and hate on me and run your mouth
So everyone can hear
Hit me with the words you got and knock me down
Baby, I don't care
Keep it up, and soon enough
You'll figure out
You wanna be
You wanna be
A loser like me
A loser like me

Kamis, 09 Februari 2012

Sri Gethuk, Kesegaran Di Sela Tebing Karst

Kabupaten Gunung Kidul, Jogjakarta memang terkenal dengan bukit-bukit kapurnya namun ketika kita menilik ke Desa Bleberan Kecamatan Playen kita dapat menemui oase tersembunyi yaitu air terjun Sri Gethuk yang merupakan muara dari sungai Oyo. 

Air terjun ini dapat ditempuh selama kurang lebih dua jam dari kota Jogja. Awalnya saya mengira bahwa jalan menuju ke tempat wisata tersebut sepenuhnya halus namun ternyata ketika memasuki Desa Bleberan infrastuktur jalan kurang baik dan sedikit berbatu tetapi semua itu terbayar oleh keindahan air terjun Sri Gethuk.


Sesampainya di tempat wisata tersebut saya terkejut karena ternyata hanya dipungut biaya masuk Rp 2.000 per orang. Biaya yang sangat murah menurut saya. Untuk menuju air terjun utama kita harus naik perahu melewati sungai Oyo dengan biaya Rp 5.000 per orang berlaku untuk pulang-pergi. Sebenarnya jaraknya tidak terlalu jauh namun perahu berjalan lambat sehingga memerlukan waktu 5-10 menit untuk sampai ke air terjun utama. Pada saat itu mata kita akan dimanjakan dengan keindahan alam di sana akan lebih indah apabila kita mengabadikan moment tersebut dengan berfoto. 


Sri Gethuk memiliki tiga air terjun utama yang berjajar serta beberapa air terjun kecil di bawahnya. Di sana kita dapat bermain air namun harus hati-hati karena sangat licin dan berbatu. Apabila ingin berenang di sungai Oyo kita dapat menyewa jaket pelampung dengan Rp 3.000 saja. Setelah lelah bermain-main kita dapat mengisi perut di warung-warung sekitar yang menyediakan makanan khas Gunung Kidul yaitu tiwul dengan lauk tempe penyet cukup dengan Rp 4.000.


Secara keseluruhan tempat wisata ini cukup baik walau memang masih ada beberapa hal yang perlu diperbaiki. Akan lebih baik pula apabila pemerintah Gunung Kidul memperhatikan dan melakukan perbaikan pada infrastuktur jalan karena sebenarnya air terjun Sri Gethuk ini merupakan aset wisata potensial Kabupaten Gunung Kidul.

Kamis, 19 Januari 2012

menatap samudera di Promteph Cape

masih dalam rangka jalan-jalan ke Phuket, kali ini tentang Promteph Cape salah satu obyek wisata yang sangat recommended terutama bagi mereka penyuka sunset. 

promteph cape terletak diujung bawah
 seperti yang kita lihat pada peta tersebut, bisa dibilang promteph Cape terletak diujung Phuket. Promteph Cape sendiri merupakan Viewing Point untuk melihat sunset. tempat ini terletak di dataran tinggi, dimana kita bisa melihat sunset di laut lepas. 

promteph cape ini cukup luas dan seperti sebagian besar wisata di Phuket, masuk kesini tidak dipungut biaya, bahkan parkir juga gratis. 

kebetulan waktu aku kesana, bertepatan dengan weekend dan cuaca sangat bagus sehingga tempat wisata tersebut dipadati oleh wisatawan baik lokal maupun asing. pada obyek wisata ini dibangun semacam tembok setinggi paha untuk duduk-duduk menatap sunset di laut lepas


monyet baris :D

buat temen-temen yang pengen kesana lebih baik berangkat jauh sebelum matahari terbenam. karena kita bisa mendapatkan spot-spot yang bagus untuk narsis :)

Rabu, 11 Januari 2012

jangan pake celana pendek kalo ke Wat Chalong!

good evening Travelers, 

Wat Chalong - Phuket salah satu obyek wisata yang rekomended kalo kamu lagi Liburan ke Phuket. Wat Chalong adalah Wat atau candi atau kuil terbesar si Phuket.
well, memang bagus banget. selain arsitekturnya yang indah tempatnya juga bersih dan banyak pohon2 yang cukup rindang...adem gitu neduh dibawahnya,,

salah satu dari salah banyak kelebihan obyek wisata ini, masuknya nggak bayar! bahkan parkir pun nggak dipungut biaya...mungkin karena Wat Chalong ini dianggap sebagai tempat ibadah ya, jadi nggak ditarik biaya. ibaratnya kan nggak lucu juga kalo kita ke masjid pake bayar -____-

kompleks Wat Chalong ini luas banget. terdiri dari beberapa kuil. didalemnya juga banyak penjual-penjual snack juga souvenir. kurang lebih miriplah sama pedagang2 di Borobudur..hehe



nah, masuk ke persoalan..waktu itu kami masuk ke kuil terbesar di kompleks Wat Chalong ini..didalamnya penuh sama patung2 Budha yang terbuat dari emas. demi Tuhan keren banget! nah waktu itu kakakku yang laki2 udah ngacir aja sibuk hunting foto, tinggalah aku sendirian disitu liat2 isi kuil..
tiba2 ada suara emak2 jejritan disitu..pake bahasa Thailand...didepannya ada 2 orang bule cewe yang mukanya kebingungan abis! percakapan pun terjadi, kira2 begini deh

emak2: kahdequlgfuoqgrogbdyrtgyiegu (nggak ngerti sih doi ngomong apa)
bule 1 : sorry, english please
emak2: m,defiughr7oty8rjkrgmjhyorugyerjtmeir
bule 1 : i can't understand
emak2: ckndpiwhfweprutmerkgyoeykri (nunjuk2 paha si bule, sambil bawa2 kain sejenis kain khas thailand) 

gara2 si emak2 makin kenceng ngomelnya..2 bule itu kabur dengan terbirit2...entah gara2 apa si emak2 ganti nunjuk2 aku sambil ngomel2 lagi..aku ngikut si bule..kabur! 
nah kata kakakku itu maksudnya kita gak boleh pake celana pendek ke dalam kuil...maksud si ibu2 itu nunjukin kain..kita wisatawan disuruh nyewa kain itu. OH, BISNIS TOH!! 

ini nih kuil yg dalemnya ada emak2 bisnis





what are u looking for ?